Mencintai Allah SWT adalah menjadikan Allah SWT dan segala perintahnya sebagai prioritas utama dalam segala wujud kehidupan sehari-hari. .
Cinta kepada Allah SWT adalah cinta pada level tertinggi, mengalahkan segala bentuk cinta kepada manusia, termasuk kepada orang tua, istri, anak-anak, harta benda dan semuanya.
Jangankan menjadikan yg selain Allah SWT itu lebih tinggi derajatnya dengan cinta kepada Allah, bahkan bila hanya sama dan sederajat saja, sudah dikatakan zalim oleh Allah. .
Dan di antara manusia ada orang-orang yg menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yg beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yg berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Baqarah: 165)
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah menggambarkan sebuah pengibaratan tentang bentuk cinta kepada Allah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yg dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yg dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”.
Sabtu, 04 Juni 2016
Astaghfirullah!! Ahok Larang Sekolah Negeri Wajibkan Siswinya Pakai Jilbab
Seperti informasi yang kami lansir dari situs kompas.com dinyatakan bahwa Gubenur Jakarta yang akrab disapa Ahok membuat peraturan larangan untuk sekolah negeri mulai dari SD sampai SMA untuk mewajibkan Siswi muslimnya pakai Jilbab.
Larangan itu disampaikannya saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016).
Menurut Ahok, larangan itu sudah pernah ia terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006.
"Tempat saya itu 93 persen muslim. Tiba-tiba semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal kerudung itu kan panggilan iman," ujar Ahok.
"Anda mengimani kalau kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa meyelamatkam Anda, ya silahkan. Tapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung," sambung dia.
style="font-family: "arial" , "helvetica" , sans-serif;">Ahok juga meminta agar larangan ini tidak kemudian dihubung-hubungkan dengan anggapan bahwa ia anti terhadap agama Islam.
Karena baginya, jilbab bukan merupakan lambang dari agama Islam. "Kalau kita mau berdebat, orang kristen sama yahudi juga pakai kerudung,"ujar Ahok.
"Saya tidak mau berdebat ke masalah teologia. Tapi kalau mengajarkan anak seperti itu, tidak boleh. Tapi kalau mengajarkan anak kamu mesti khatam (menamatkan) Al Quran saat usia 12 tahun, saya dukung dan dorong habis," ujar Ahok.
Menurut Ahok, ia melarang sekolah mewajibkan siswinya menggunakan jilbab karena seringkali siswi yang bersangkutan tidak menggunakannya secara serius.
Ia pun mencontohkan pengalamannya saat masih menjadi Bupati Belitung Timur.
"(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka," kata Ahok.
"Anda ngajarin dia baik-baik sampai nanti dia berpikiran bahwa pakai kerudung inilah bagian dari akhlak saya sebagai seorang muslim, dia akan pakai. Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai tapi kelakuannya mempermalukan agama," tutur Ahok.
Sumber: kompas.com
Larangan itu disampaikannya saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016).
Menurut Ahok, larangan itu sudah pernah ia terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006.
"Tempat saya itu 93 persen muslim. Tiba-tiba semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal kerudung itu kan panggilan iman," ujar Ahok.
"Anda mengimani kalau kerudung itu sebagai sesuatu yang bisa meyelamatkam Anda, ya silahkan. Tapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung," sambung dia.
style="font-family: "arial" , "helvetica" , sans-serif;">Ahok juga meminta agar larangan ini tidak kemudian dihubung-hubungkan dengan anggapan bahwa ia anti terhadap agama Islam.
Karena baginya, jilbab bukan merupakan lambang dari agama Islam. "Kalau kita mau berdebat, orang kristen sama yahudi juga pakai kerudung,"ujar Ahok.
"Saya tidak mau berdebat ke masalah teologia. Tapi kalau mengajarkan anak seperti itu, tidak boleh. Tapi kalau mengajarkan anak kamu mesti khatam (menamatkan) Al Quran saat usia 12 tahun, saya dukung dan dorong habis," ujar Ahok.
Menurut Ahok, ia melarang sekolah mewajibkan siswinya menggunakan jilbab karena seringkali siswi yang bersangkutan tidak menggunakannya secara serius.
Ia pun mencontohkan pengalamannya saat masih menjadi Bupati Belitung Timur.
"(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka," kata Ahok.
"Anda ngajarin dia baik-baik sampai nanti dia berpikiran bahwa pakai kerudung inilah bagian dari akhlak saya sebagai seorang muslim, dia akan pakai. Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai tapi kelakuannya mempermalukan agama," tutur Ahok.
Sumber: kompas.com
Yuk Simak Kisah Siti Maryam, Banyak Pelajaran yang sangat Berharga Dari Kisah ini
Surat Maryam yang tertera dalam Al-Qur’an, merupakan bukti bahwa kaum wanita bukanlah kaum yang lemah, kaum yang tidak dapat dijadikan panutan. Kisah Maryam yang sekaligus merupakan nama surat dalam Al-Qur’an ini, tentunya mengandung banyak sekali hikmah yang bermanfaat bagi manusia.
Nama Maryam bermakna ibadah. Orang tuanya memberikan nama tersebut karena berharap, bahwa nanti anaknya itu akan menjadi orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maryam adalah keturunan dari keluarga yang sholeh, dan semenjak kecil ia diasuh oleh orang yang sholeh pula, yaitu Nabi Zakaria AS.
Dalam masa pertumbuhannya, Maryam sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah. Ia adalah wanita yang gemar sekali berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Kehidupan Maryam berlangsung terus dalam keadaan seperti itu, tidak ada sesuatu pun yang mengeruhkan kejernihan, ketenangan dan kesendiriannya dalam melaksanakan ibadah yang penuh kesungguhan dan ketundukan kepada Allah.
Tetapi Nabi Zakaria AS menemukan sesuatu yang asing dan aneh terjadi pada diri Maryam. Ia selalu mendapati Maryam telah memiliki rezeki berupa makanan, padahal tidak ada orang selain dirinya yang masuk ke mihrab Maryam.
Dari kejadian ini, Nabi Zakaria AS wafat maka yang mengurusi Maryam Diserahkan kepada Yusuf an-Najar. Dan setiap kali Yusuf hendak mengirimkan makanan kepada Maryam, ia pun selalu melihat makanan dari berbagai jenis telah tersedia dalam mihrab Maryam.
Demikianlah kehidupan Maryam, ia senantiasa tenggelam dalam ibadahnya, berpuasa, shalat malam, dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah. Pernah ada suatu saat, Allah mengutus jibril dalam bentuk manusia untuk memberikan kabar gembira kepada Maryam yaitu seorang anak laki-laki yang dikandungnya. Maryam sangat terkejut menerima berita yang disampaikan oleh jibril sampai-sampai berita itu diabadikan dalam Al-Qur’an. Maryam berkata “Bagaimana aka nada bagiku seorang anak laki-laki, sementara itu tidak pernah seorang manusia yang menyentuhku, dan aku bukan pula seorang penzina “.
Tetapi, semua itu adalah ketetapan Allah, dan dalam waktu singkat, Maryam pun telah mengandung bayi yang telah diciptakan oleh Allah. Ketika menghadapi hal ini, Maryam pun berdoa “Ini adalah kasih sayang-Mu Wahai Tuhan-ku, ampun-Mu dan keridhoan-Mu. Engkaulah yang Maha Tahu apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu”.
Tidak ada satupun dihadapan Maryam kecuali satu hal, yaitu sepenuhnya menyerahkan diri, ridlo dengan sepenuh hati atas ketetapan Allah yang diridlokan untuk dirinya. Kejadian ini tentunya membuat Maryam menjadi wanita yang paling hina diantara kaumnya, ia disingkirkan, dan tidak ada satupun dari kaumnya yang mau menolongnya.
Singkatnya, dalam keadaan yang sangat sulit bagi seorang wanita, Maryam tetap teguh dalam keimanannya, dalam ketaatannya dan dalam keridloannya kepada apa yang telah Allah takdirkan untuk dirinya. Sampai pada akhirnya, ia melahirkan seorang bayi yang menjadi salah satu manusia pilihan Allah, yaitu Nabi Isa AS.
HIKMAH KISAH
Gambaran singkat dari kisah Maryam, memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia. Allah telah ridlo kepada Maryam dan demikian pula sebalikya, Maryam pun ridlo atas apa yang Allah tetapkan pada dirinya.
Kegemaran Maryam dalam melaksanakan puasa dan sholat malam, adalah ibadah yang juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan.
Puasa dan sholat malam adalah salah satu sarana yang Allah sediakan agar kita terlatih mencapai ridlo-Nya. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang bermakna:”Barangsiapa yang berpuasa dan sholat malam dengan mengharap pahala (keridloan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya’’. (HR. Ahmad)
Hal ini sebagaimana kisah Maryam, dalam sudut pandang manusia, tentunya tidak sulit bagi Allah apabila Maryam dinikahkan dengan lelaki yang sholeh sebagai pendamping, pembimbing dan pelindung dirinya. Dan tentunya, ini pun dapat dilakukan dengan cara halal, tetapi apa yang Allah putuskan terhadap Maryam sebagaimana kisah diatas, adalah bentuk keridloan-Nya. Dan Maryam pun ridlo atas apa yang Allah putuskan untuk dirinya.
Nama Maryam bermakna ibadah. Orang tuanya memberikan nama tersebut karena berharap, bahwa nanti anaknya itu akan menjadi orang yang senantiasa beribadah kepada Allah. Maryam adalah keturunan dari keluarga yang sholeh, dan semenjak kecil ia diasuh oleh orang yang sholeh pula, yaitu Nabi Zakaria AS.
Dalam masa pertumbuhannya, Maryam sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah. Ia adalah wanita yang gemar sekali berpuasa dan melaksanakan shalat malam. Kehidupan Maryam berlangsung terus dalam keadaan seperti itu, tidak ada sesuatu pun yang mengeruhkan kejernihan, ketenangan dan kesendiriannya dalam melaksanakan ibadah yang penuh kesungguhan dan ketundukan kepada Allah.
Tetapi Nabi Zakaria AS menemukan sesuatu yang asing dan aneh terjadi pada diri Maryam. Ia selalu mendapati Maryam telah memiliki rezeki berupa makanan, padahal tidak ada orang selain dirinya yang masuk ke mihrab Maryam.
Dari kejadian ini, Nabi Zakaria AS wafat maka yang mengurusi Maryam Diserahkan kepada Yusuf an-Najar. Dan setiap kali Yusuf hendak mengirimkan makanan kepada Maryam, ia pun selalu melihat makanan dari berbagai jenis telah tersedia dalam mihrab Maryam.
Demikianlah kehidupan Maryam, ia senantiasa tenggelam dalam ibadahnya, berpuasa, shalat malam, dan senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah. Pernah ada suatu saat, Allah mengutus jibril dalam bentuk manusia untuk memberikan kabar gembira kepada Maryam yaitu seorang anak laki-laki yang dikandungnya. Maryam sangat terkejut menerima berita yang disampaikan oleh jibril sampai-sampai berita itu diabadikan dalam Al-Qur’an. Maryam berkata “Bagaimana aka nada bagiku seorang anak laki-laki, sementara itu tidak pernah seorang manusia yang menyentuhku, dan aku bukan pula seorang penzina “.
Tetapi, semua itu adalah ketetapan Allah, dan dalam waktu singkat, Maryam pun telah mengandung bayi yang telah diciptakan oleh Allah. Ketika menghadapi hal ini, Maryam pun berdoa “Ini adalah kasih sayang-Mu Wahai Tuhan-ku, ampun-Mu dan keridhoan-Mu. Engkaulah yang Maha Tahu apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri-Mu”.
Tidak ada satupun dihadapan Maryam kecuali satu hal, yaitu sepenuhnya menyerahkan diri, ridlo dengan sepenuh hati atas ketetapan Allah yang diridlokan untuk dirinya. Kejadian ini tentunya membuat Maryam menjadi wanita yang paling hina diantara kaumnya, ia disingkirkan, dan tidak ada satupun dari kaumnya yang mau menolongnya.
Singkatnya, dalam keadaan yang sangat sulit bagi seorang wanita, Maryam tetap teguh dalam keimanannya, dalam ketaatannya dan dalam keridloannya kepada apa yang telah Allah takdirkan untuk dirinya. Sampai pada akhirnya, ia melahirkan seorang bayi yang menjadi salah satu manusia pilihan Allah, yaitu Nabi Isa AS.
HIKMAH KISAH
Gambaran singkat dari kisah Maryam, memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia. Allah telah ridlo kepada Maryam dan demikian pula sebalikya, Maryam pun ridlo atas apa yang Allah tetapkan pada dirinya.
Kegemaran Maryam dalam melaksanakan puasa dan sholat malam, adalah ibadah yang juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW melalui kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan.
Puasa dan sholat malam adalah salah satu sarana yang Allah sediakan agar kita terlatih mencapai ridlo-Nya. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang bermakna:”Barangsiapa yang berpuasa dan sholat malam dengan mengharap pahala (keridloan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya’’. (HR. Ahmad)
Hal ini sebagaimana kisah Maryam, dalam sudut pandang manusia, tentunya tidak sulit bagi Allah apabila Maryam dinikahkan dengan lelaki yang sholeh sebagai pendamping, pembimbing dan pelindung dirinya. Dan tentunya, ini pun dapat dilakukan dengan cara halal, tetapi apa yang Allah putuskan terhadap Maryam sebagaimana kisah diatas, adalah bentuk keridloan-Nya. Dan Maryam pun ridlo atas apa yang Allah putuskan untuk dirinya.
Penting! Ini Dia Tips Khatam Al-Qur'an Di Bulan Ramadhan
TRIK KHATAM AL QUR'AN DI BULAN RHOMADHON♻ .
. ↪♻ UNTUK (1) KALI KHATAM, JUMLAH YG DIBACA :
1. Shalat Subuh 4 halmn
2. Shalat Zhuhur 4 halmn
3. Shalat 'Ashar 4 halmn
4. Shalat Maghrib 4 halmn
5. Shalat 'Isya 4 halmn .
. ↪♻ UNTUK (2) KALI KHATAM :
1. Shalat Subuh 8 halmn
2. Shalat Zhuhur 8 halmn
3. Shalat 'Ashar 8 halmn
4. Shalat Maghrib 8 halmn
5. Shalat 'Isya 8 halmn .
. ↪♻ UNTUK (3) KALI KHATAM :
1. Shalat Subuh 12 halmn
2. Shalat Zhuhur. 12 halmn
3. Shalat 'Ashar 12 halmn
4. Shalat Maghrib 12 halmn
5. Shalat 'Isya. 12 halmn .
. . ↪♻ SEBARKAN KEBAIKAN dengan #Like dan #Tag 5 Sahabatmu dan #Repost, Rasulullah SAW bersabda, ♻ . .
. " Barang siapa menunjukkan satu kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yg mengikuti KEBAIKAN tsb "
(HR. Muslim, no. 1893)
. ↪♻ UNTUK (1) KALI KHATAM, JUMLAH YG DIBACA :
1. Shalat Subuh 4 halmn
2. Shalat Zhuhur 4 halmn
3. Shalat 'Ashar 4 halmn
4. Shalat Maghrib 4 halmn
5. Shalat 'Isya 4 halmn .
. ↪♻ UNTUK (2) KALI KHATAM :
1. Shalat Subuh 8 halmn
2. Shalat Zhuhur 8 halmn
3. Shalat 'Ashar 8 halmn
4. Shalat Maghrib 8 halmn
5. Shalat 'Isya 8 halmn .
. ↪♻ UNTUK (3) KALI KHATAM :
1. Shalat Subuh 12 halmn
2. Shalat Zhuhur. 12 halmn
3. Shalat 'Ashar 12 halmn
4. Shalat Maghrib 12 halmn
5. Shalat 'Isya. 12 halmn .
. . ↪♻ SEBARKAN KEBAIKAN dengan #Like dan #Tag 5 Sahabatmu dan #Repost, Rasulullah SAW bersabda, ♻ . .
. " Barang siapa menunjukkan satu kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yg mengikuti KEBAIKAN tsb "
(HR. Muslim, no. 1893)
Terkadang Kita Melihat Hidup Orang Lain Lebih Bahagia, Padahal Bisa Saja Dia lebih Sulit hanya saja dia tidak Mengeluh
Sahabat ku yang berbahagia, terkadang kita sering sekali mengeluh terhadap suatu keadaan yang menimpa kita, padahal mengeluh itu tanda hilangnya rasa syukur. Apakah mengeluh ini tidak masalah? Tentu sangat bermasalah karena mengeluh itu tanda kita tidak mensyukuri nikmat Allah.
Allah mengingatkan kita dalam firmannya : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.“(QS. 2:152) Bahkan Allah mengancam kita dengan balasan Azab bagi manusia yang tidak mau bersyukur, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)
Lalu seperti apakah ciri orang yang bersyukur? Allah pun mengingatkan kita bahwa ternyata salah satu ciri dari orang yang bersyukur adalah ketika dia mendapatkan nikmat dari Rabb-nya maka dia menceritakannya, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu CERITAKAN” ( TQS. Ad-Dhuha : 11)
Bagaimana dengan anda? Sudah kah dalam hidup ini hanya menceritakan kenikmatan Allah saja?? Atau Sudahkah kita tidak menceritakan masalah atau bahkan penderitaan kita kepada orang lain?? Jika belum, yuk sama-sama kita berbenah diri menjadi manusia yang selalu bahagia dengan bersyukur. Tidak menceritakan penderitaan yang tujuannya mengeluh dan hanya berbagi nikmat atau kebahagiaan saja kepada orang lain, begitupun dalan aktivitas sosial media kita, sudah cukup hanya memposting nikmat Allah yang banyak dari pada penderitaan yang tidak seberapa dibandingkan dengan nikmatnya. Terkadang kita melihat hidup orang lain lebih bahagia, padahal bisa saja hidupnya lebih sulit hanya saja dia tidak mengeluh.
Allah mengingatkan kita dalam firmannya : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.“(QS. 2:152) Bahkan Allah mengancam kita dengan balasan Azab bagi manusia yang tidak mau bersyukur, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)
Lalu seperti apakah ciri orang yang bersyukur? Allah pun mengingatkan kita bahwa ternyata salah satu ciri dari orang yang bersyukur adalah ketika dia mendapatkan nikmat dari Rabb-nya maka dia menceritakannya, “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu CERITAKAN” ( TQS. Ad-Dhuha : 11)
Bagaimana dengan anda? Sudah kah dalam hidup ini hanya menceritakan kenikmatan Allah saja?? Atau Sudahkah kita tidak menceritakan masalah atau bahkan penderitaan kita kepada orang lain?? Jika belum, yuk sama-sama kita berbenah diri menjadi manusia yang selalu bahagia dengan bersyukur. Tidak menceritakan penderitaan yang tujuannya mengeluh dan hanya berbagi nikmat atau kebahagiaan saja kepada orang lain, begitupun dalan aktivitas sosial media kita, sudah cukup hanya memposting nikmat Allah yang banyak dari pada penderitaan yang tidak seberapa dibandingkan dengan nikmatnya. Terkadang kita melihat hidup orang lain lebih bahagia, padahal bisa saja hidupnya lebih sulit hanya saja dia tidak mengeluh.
Innalillahi, Petinju Legendaris Muhammad Ali Meninggal Dunia
Muhammad Ali, legenda tinju, telah meninggal di sebuah rumah sakit di negara bagian AS dari Arizona.
Ali meninggal hari Jumat (3/6/2016) di sebuah rumah sakit Phoenix-area, di mana ia telah menghabiskan beberapa hari terakhir dirawat karena komplikasi pernapasan, demikian pernyataan juru bicara keluarga yang dikonfirmasi NBC News.
Mantan juara dunia kelas berat 74 tahun ini telah dirawat di rumah sakit sejak Kamis (2/6) dengan masalah pernapasan.
Media AS melaporkan bahwa masalah yang rumit oleh penyakit Parkinson nya.
Dijuluki The Greatest, Ali pensiun dari tinju pada tahun 1981 dengan rekor 56 kali menang dan hanya lima kalah.
Ali dikenal secara global tidak hanya untuk karir tinjunya,
tetapi juga untuk aktivitasnya memperjuangkan hak sipil.
Dia telah dirawat di rumah sakit beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Ali menghabiskan waktu di rumah sakit pada tahun 2014 setelah menderita kasus ringan pneumonia dan lagi pada tahun 2015 untuk infeksi saluran kemih.
Penyakit parkinsonnya, diduga terkait dengan pukulan yang dialami selama karirnya yang membentang tiga dekade, telah membatasi berbicara di depan umum selama bertahun-tahun.
Namun, ia terus membuat penampilan dan menawarkan pendapat melalui anggota keluarga dan juru bicara.
Sumber: NBC News
Ali meninggal hari Jumat (3/6/2016) di sebuah rumah sakit Phoenix-area, di mana ia telah menghabiskan beberapa hari terakhir dirawat karena komplikasi pernapasan, demikian pernyataan juru bicara keluarga yang dikonfirmasi NBC News.
Mantan juara dunia kelas berat 74 tahun ini telah dirawat di rumah sakit sejak Kamis (2/6) dengan masalah pernapasan.
Media AS melaporkan bahwa masalah yang rumit oleh penyakit Parkinson nya.
Dijuluki The Greatest, Ali pensiun dari tinju pada tahun 1981 dengan rekor 56 kali menang dan hanya lima kalah.
Ali dikenal secara global tidak hanya untuk karir tinjunya,
tetapi juga untuk aktivitasnya memperjuangkan hak sipil.
Dia telah dirawat di rumah sakit beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Ali menghabiskan waktu di rumah sakit pada tahun 2014 setelah menderita kasus ringan pneumonia dan lagi pada tahun 2015 untuk infeksi saluran kemih.
Penyakit parkinsonnya, diduga terkait dengan pukulan yang dialami selama karirnya yang membentang tiga dekade, telah membatasi berbicara di depan umum selama bertahun-tahun.
Namun, ia terus membuat penampilan dan menawarkan pendapat melalui anggota keluarga dan juru bicara.
Sumber: NBC News
Jumat, 03 Juni 2016
Masha Allah, Ini Dia 5 Keistimewaan Berpuasa Di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang dipenuhi dengan keberkahan dan menjadi sebuah pembakar dosa setiap manusia. Didalamnya pula terdapat rahmat yang tidak pernah Allah SWT berikan kepada hambaNya di bulan-bulan yang lain. Di dalam bulan Ramadhan terdapat suatu tugas bagi kaum muslimin untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara berpuasa. Hal ini pula yang tertera jelas di dalam Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 183. Keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan sangatlah banyak dan salah satu hadist yang menyatakan hal tersebut yaitu terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan bunyi:
{“ Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: Umatku telah dikarunia lima hal yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka: 1) bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada harum kasturi, 2) Ikan-ikan di lautan memohon ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka puasa, 3) Allah SWT menghiasi SurgaNya setiap hari kemudian berfirman: Sebentar lagi hamba-hambaKu yang shaleh akan diangkat segala kesusahan dari mereka dan mereka akan datang kepadamu, 4) Syaitan-syaitan yang jahat itu akan dibelenggu supaya tidak dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan di luar Bulan Ramadhan, 5) Pada malam terakhir bulan Ramadhan mereka yang berpuasa akan diampuni. Rasulullah SAW ditanya, Wahai Rasulullah apakah malam itu malam Lailatul Qadar? Rasulullah SAW pun menjawab, Bukan! tetapi selayaknya seorang pekerja itu diberikan upahnya apabila telah menyelesaikan pekerjaannya “} (HR. Ahmad)
Dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan tentang 5 keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan dimana keistimewaan tersebut belum pernah diberikan kepada umat yang sebelum umat Nabi Muhammad SAW.
1. Bau mulut orang yang berpuasa bagai kasturi
Sesungguhnya dalam beribadah puasa atau shoum yang dilakukan oleh umat muslimin di dunia merupakan gabungan ibadah jasmani dan rohani. Dimana jasmani, Allah SWT suruh manusia untuk menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga magrib. Sedangkan rohani, Allah SWT suruh manusia untuk senantiasa menahan segala nafsu yang dapat merusak ibadah yaitu syahwat dan amarah. Ketika kita disuruh menahan lapar dan dahaga seharian, maka timbul sebuah bau mulut yang bagi manusia tentu akan dirasa sebagai bau yang mengganggu dan menurunkan rasa percaya diri, namun dihadapan Allah SWT bau tersebut merupakan sebuah bau atas dasar ketakwaan sehingga akan seharum layaknya harum kasturi. Wallohu a’lam seperti apa harumnya kasturi tersebut. namun ketika Allah SWT telah memberikan sebuah gelar kebaikan, maka yang ada hanya sebuah pahala terutama bagi mereka yang berpuasa.
2. Ikan di laut mendoakan mereka yang berpuasa
Sungguh sebuah rasa syukur yang luar biasa manakala Allah SWT telah mencintai makhluknya. Ketika Allah SWT mencintai seorang hamba, maka Allah SWT akan memberitahukan kepada Jibril bahwa Jibril pun harus mencintainya. Jibril lalu memberitahukan kepada penduduk langit agar sama-sama mencintai hamba tersebut. Dan berita tersebut pun tersebar hingga ke seluruh lapisan bumi. Bahkan ikan yang ada di laut pun mencintai hamba tersebut. Tidak terbayang berapa jumlah ikan yang ada di lautan baik yang besar maupun yang kecil. Tidak terbayangkan pula berapa banyak pula permohonan ampunan yang ikan berikan kepada kita jika mau berpuasa di bulan Ramadhan. Sehingga sangat sayang jika keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan disia-siakan.
3. Allah SWT hiasi surga untuk menyambut hambaNya yang berpuasa
Dengan melakukan puasa ikhlas karena Allah SWT dan mengisi setiap harinya dengan mendekatkan diri kepadaNya, maka Allah SWT sendiri yang akan memberikan pahala kepada hamba tersebut. Keistimewaan itu karena setiap kegiatan pada bulan Ramadhan terutama puasa itu sendiri hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Jika sudah begitu, maka besar harapan bahwa hamba yang shalih akan Allah SWT tempatkan di Surga dengan hiasan yang Allah SWT siapkan sebagai tanda kasih sayangNya.
4. Allah SWT belenggu syetan penggoda di bulan Ramadhan
Syetan akan selalu menjadi musuh utama dan nyata bagi setiap manusia. Bahkan syetan telah meminta penawaran kepada Allah SWT untuk bisa menggoda manusia agar menjadi temannya kelak di Neraka. Allah SWT memberi izin terhadap hal tersebut, namun godaan syetan tidak akan berlaku untuk manusia yang beriman dan beramal shalih. Bulan Ramadhan pun menjadi bulan yang akan selalu diisi dengan berbagai amal shalih sehingga sangat sulit bagi syetan untuk bisa menggoda manusia beriman yang berpuasa. Terlebih lagi manusia akan selalu sadar bahwa setiap detiknya sedang beribadah melalui pelaksanaan puasa sehingga semakin jauhlah godaaan tersebut. Namun hal tersebut tidak berarti jika manusia hanya mengisi lapar dan dahaga saja, maka godaan berupa syhawat dan amarah akan terus menghantuinya.
5. Ampunan pada akhir bulan Ramadhan
Keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan yang terakhir adalah Allah SWT memberikan ampunan kepada setiap hambaNya yang telah menyelesaikan puasa dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Ramadhan sendiri memiliki arti membakar sehingga dosa yang telah diperbuat, jika melakukan puasa atau shoum dengan penuh keimanan dan amal shalih maka hasilnya adalah ampunan dari dosa tersebut.
Sungguh sangat sayang apabila kita tidak memperdulikan apa yang telah Allah SWT janjikan kepada hambaNya melalui sabda Rasulullah SAW. Dengan kata lain, mari kita raih keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan amal shalih yang optimal.
Sumber : MutiaraPublic.com
{“ Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: Umatku telah dikarunia lima hal yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka: 1) bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada harum kasturi, 2) Ikan-ikan di lautan memohon ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka puasa, 3) Allah SWT menghiasi SurgaNya setiap hari kemudian berfirman: Sebentar lagi hamba-hambaKu yang shaleh akan diangkat segala kesusahan dari mereka dan mereka akan datang kepadamu, 4) Syaitan-syaitan yang jahat itu akan dibelenggu supaya tidak dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan di luar Bulan Ramadhan, 5) Pada malam terakhir bulan Ramadhan mereka yang berpuasa akan diampuni. Rasulullah SAW ditanya, Wahai Rasulullah apakah malam itu malam Lailatul Qadar? Rasulullah SAW pun menjawab, Bukan! tetapi selayaknya seorang pekerja itu diberikan upahnya apabila telah menyelesaikan pekerjaannya “} (HR. Ahmad)
Dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan tentang 5 keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan dimana keistimewaan tersebut belum pernah diberikan kepada umat yang sebelum umat Nabi Muhammad SAW.
1. Bau mulut orang yang berpuasa bagai kasturi
Sesungguhnya dalam beribadah puasa atau shoum yang dilakukan oleh umat muslimin di dunia merupakan gabungan ibadah jasmani dan rohani. Dimana jasmani, Allah SWT suruh manusia untuk menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga magrib. Sedangkan rohani, Allah SWT suruh manusia untuk senantiasa menahan segala nafsu yang dapat merusak ibadah yaitu syahwat dan amarah. Ketika kita disuruh menahan lapar dan dahaga seharian, maka timbul sebuah bau mulut yang bagi manusia tentu akan dirasa sebagai bau yang mengganggu dan menurunkan rasa percaya diri, namun dihadapan Allah SWT bau tersebut merupakan sebuah bau atas dasar ketakwaan sehingga akan seharum layaknya harum kasturi. Wallohu a’lam seperti apa harumnya kasturi tersebut. namun ketika Allah SWT telah memberikan sebuah gelar kebaikan, maka yang ada hanya sebuah pahala terutama bagi mereka yang berpuasa.
2. Ikan di laut mendoakan mereka yang berpuasa
Sungguh sebuah rasa syukur yang luar biasa manakala Allah SWT telah mencintai makhluknya. Ketika Allah SWT mencintai seorang hamba, maka Allah SWT akan memberitahukan kepada Jibril bahwa Jibril pun harus mencintainya. Jibril lalu memberitahukan kepada penduduk langit agar sama-sama mencintai hamba tersebut. Dan berita tersebut pun tersebar hingga ke seluruh lapisan bumi. Bahkan ikan yang ada di laut pun mencintai hamba tersebut. Tidak terbayang berapa jumlah ikan yang ada di lautan baik yang besar maupun yang kecil. Tidak terbayangkan pula berapa banyak pula permohonan ampunan yang ikan berikan kepada kita jika mau berpuasa di bulan Ramadhan. Sehingga sangat sayang jika keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan disia-siakan.
3. Allah SWT hiasi surga untuk menyambut hambaNya yang berpuasa
Dengan melakukan puasa ikhlas karena Allah SWT dan mengisi setiap harinya dengan mendekatkan diri kepadaNya, maka Allah SWT sendiri yang akan memberikan pahala kepada hamba tersebut. Keistimewaan itu karena setiap kegiatan pada bulan Ramadhan terutama puasa itu sendiri hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Jika sudah begitu, maka besar harapan bahwa hamba yang shalih akan Allah SWT tempatkan di Surga dengan hiasan yang Allah SWT siapkan sebagai tanda kasih sayangNya.
4. Allah SWT belenggu syetan penggoda di bulan Ramadhan
Syetan akan selalu menjadi musuh utama dan nyata bagi setiap manusia. Bahkan syetan telah meminta penawaran kepada Allah SWT untuk bisa menggoda manusia agar menjadi temannya kelak di Neraka. Allah SWT memberi izin terhadap hal tersebut, namun godaan syetan tidak akan berlaku untuk manusia yang beriman dan beramal shalih. Bulan Ramadhan pun menjadi bulan yang akan selalu diisi dengan berbagai amal shalih sehingga sangat sulit bagi syetan untuk bisa menggoda manusia beriman yang berpuasa. Terlebih lagi manusia akan selalu sadar bahwa setiap detiknya sedang beribadah melalui pelaksanaan puasa sehingga semakin jauhlah godaaan tersebut. Namun hal tersebut tidak berarti jika manusia hanya mengisi lapar dan dahaga saja, maka godaan berupa syhawat dan amarah akan terus menghantuinya.
5. Ampunan pada akhir bulan Ramadhan
Keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan yang terakhir adalah Allah SWT memberikan ampunan kepada setiap hambaNya yang telah menyelesaikan puasa dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Ramadhan sendiri memiliki arti membakar sehingga dosa yang telah diperbuat, jika melakukan puasa atau shoum dengan penuh keimanan dan amal shalih maka hasilnya adalah ampunan dari dosa tersebut.
Sungguh sangat sayang apabila kita tidak memperdulikan apa yang telah Allah SWT janjikan kepada hambaNya melalui sabda Rasulullah SAW. Dengan kata lain, mari kita raih keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan amal shalih yang optimal.
Sumber : MutiaraPublic.com
Langganan:
Postingan (Atom)






